Tampilkan postingan dengan label islamic info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islamic info. Tampilkan semua postingan

18 Oktober 2008

masiroh

HTI Demo Tolak Sistem Keuangan Ribawi



ImageSekitar seratus aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan unjuk rasa dalam rangka menyongsong keruntuhan Kapitalisme dan menolak sistem keuangan ribawi. Nampak pula para peserta aksi membawa beberapa poster bertuliskan antara lain “Kapitalisme di Ambang Kehancuran, Kembali kepada Syariah”, “Tolak Sistem Keuangan Ribawi”, dan “Kembali kepada Dinar & Dirham”. Aksi ini digelar di depan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Kamis (16/10).

Dalam orasinya, Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto menyatakan sesungguhnya sistem ekonomi kapitalis saat ini tengah berada di tepi jurang yang dalam. Hal tersebut disebabkan sistem ekonomi yang diikuti hampir di seluruh negara di dunia ini telah menghapuskan emas sebagai cadangan mata uang.

Sehingga menyebabkan dollar AS mendominasi perekonomian global. Akibatnya, goncangan ekonomi sekecil apapun yang terjadi di AS pasti akan menjadi pukulan yang telak bagi perekonomian negara-negara lain.

Hal lain yang mengakibatkan kehancuran sistem kapitalisme adalah karena sistem ini berbasis pada riba dan judi. Hutang-hutang ribawi (bunga berbunga) telah menciptakan masalah perekomian yang besar, hingga kadar hutang pokoknya menggelembung seiring dengan waktu. Akibatnya hutang ini tak terbayar.

Sementara praktek judi yang dilakukan di lantai bursa, menurut Ismail, memicu terjadinya spekulasi dan goncangan di pasar. “Semuanya terus berjalan dan berjalan, sampai terkuak dan menjadi malapetaka ekonomi,” ujar Ismail.

Ketiga hal yang menjadi penyebab hancurnya sistem ekonomi kapitalis tersebut justru sangat ditentang oleh sistem ekonomi Islam. Islam telah secara tegas menolak riba dan judi. Islam pun menetapkan emas dan perak atau dinar dan dirham sebagai mata uang yang nilainya tak gampang berubah.

Oleh karenanya, setelah terbukti nyata sistem ekonomi kapitalis mengalami kehancuran, maka alternatif satu-satunya adalah dengan menerapkan syarian dan menegakkan khilafah. Ismail kemudian menyerukan pada kaum muslimin untuk bersatu memperjuangkan syariah dan khilafah sebagai pengganti pasca keruntuhan kapitalisme kelak.

“Tidak boleh ada keraguan sedikitpun pada diri umat Islam dimana pun berada, khususnya di negeri ini, untuk berjuang dengan sungguh-sungguh bagi tegaknya Islam melalui tegaknya syariah dan khilafah,” tandasnya.

Ganti Sistem Kapitalisme dengan Islam!

Krisis keuangan dunia saat ini menunjukkan bukti nyata bahwa sistem kapitalisme telah gagal. Hampir 200 tahun diterapkan, sistem ini tidak mampu mengatasi kemiskinan dan menjaga keseimbangan ekonomi dunia. ‘’Ini sistem yang jelek sekali dan harus diganti. Sistem ribawi ini tak pernah bisa menyejahterakan dunia,’’ kata Yudi Ismail, praktisi ekonomi dalam jumpa pers yang diadakan DPP HTI di Jakarta, Rabu (15/10).

Ia menguraikan, sistem ini hanya memihak para pengusaha. Kasus keuangan Amerika Serikat saat ini sebagai contoh. Yang ditolong pemerintah AS pertama kali adalah dunia perbankan, bukan masyarakat. Hal yang mirip terjadi di Indonesia dalam kasus BLBI. Selain itu, sistem ini ditopang dengan transaksi-transaksi yang bersifat maya, dan sama sekali tidak terkait dengan sektor riil. ‘’Maka begitu kredit macet, maka semua macet. Karena ini menyangkut transaksi derivative,’’ tandasnya.

Tampil pula dalam jumpa pers itu Direktur Center for Banking Crisis (CBC) Ahmad Deny Daruri. Menurutnya, krisis keuangan ini sengaja diciptakan oleh Amerika Serikat dan diekspor ke seluruh dunia. Tujuannya adalah AS ingin mengambil untung dari krisis yang ada untuk menutupi krisis ekonomi dalam negeri yang teramat parah.

Krisis di AS itu dipicu oleh macetnya kredit perumahan di AS. Sebelumnya AS mengalami deficit investment gap dalam perang Afganistan sebesar 150 milyar dolar dan perang Irak sebesar 500 milyar dolar AS. Sementara pemerintah AS hanya menganggarkan 700 milyar dolar untuk mem-bill out yang mengalami kerugian akibat kasus kredit macet tersebut. Menurut Deny, ini tidak mencukupi. Makanya, Amerika berusaha menginvestasikan dana sebesar 700 milyar dolar tersebut ke pasar dunia untuk mendapatkan keuntungan berlipat-lipat guna menutupi defisit keuangan mereka.

‘’Ini adalah economic war, yang sengaja diciptakan oleh AS untuk menghancurkan dunia demi kepentingan dalam negeri AS,’’ tandas Deny. Ia menambahkan berbagai indikasi terakhir di bursa saham menunjukkan ke arah sana, seperti mengalirnya dana-dana tak jelas yang diduga dari AS untuk membeli saham-saham yang sedang jatuh dan naiknya harga saham di berbagai belahan dunia secara bersama-sama.

Sayangnya, kata Deny, pemerintah Indonesia ikut terjebak dalam permainan itu. Tim ekonomi mengambil keputusan sesuai dengan apa yang diharapkan Amerika seperti mem-buy back saham dengan mengerahkan dana BUMN. “Tidak ada solusi radikal, justru kita terjebak dalam permainan Amerika,’’ katanya.

Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto menjelaskan, sistem kapitalis sudah cacat sejak dari awalnya. Sistem ini berpangkal pada riba dan judi. Sistem ribawi menjadi basis ekonomi mereka dan diwujudkan dalam dunia perbankan. Sedangkan judi dipraktekkan dalam bursa saham. ‘’Makanya kalau mau kita selamat, stop riba dan stop judi. Bursa saham ditutup saja, toh gak ada gunanya bagi rakyat,’’ kata Ismail.

Selain itu, sistem ekonomi kapitalis juga cacat karena menyingkirkan emas sebagai cadangan mata uang dan dimasukkannya dolar sebagai pendamping mata uang dalam perjanjian Bretton Woods setelah perang Dunia II. Tidak hanya itu, sistem ini tidak memperhatikan sistem kepemilikan.

Karena itu, Jubir HTI menegaskan sistem kapitalis harus diganti dan dihapus secara total dari muka bumi. Tidak ada alternative lain yang bisa menggantikan kecuali dengan sistem ekonmi Islam. ‘’Kita tidak akan selamat tanpa Islam,’’ tandasnya.

Menurutnya, bukti-bukti dan tanda-tanda kehancuran kapitalisme telah demikian jelas. ‘’Maka tidak boleh ada keraguan sedikitpun pada diri umat Islam di mana pun berada, khususnya di negeri ini, untuk berjuang sungguh-sungguh bagi tegaknya Islam melalui tegaknya syariah dan khilafah. Hanya inilah yang mampu mengantarkan dunia kepada kebaikan yang nyata,’’ tegasnya.
sumber www.hizbut-tahrir.or.id